Server Ngadat, Ke Mana Rp 1,8 M untuk Pemeliharaan?

Ngadatnya tabulasi nasional Pemilu 2009 disebabkan kurangnya server. KPU beralasan, server yang dipakai adalah peninggalan 2004 sehingga sudah tua.

Anggaran untuk pemeliharaan server ini sebenarnya cukup besar. Pagu yang ditetapkan KPU mencapai Rp 2,3 miliar. Pemenang untuk tender ini adalah PT Lapi Divusi dengan penawaran Rp 1,8 miliar.

Dana sebesar itu hanya untuk pemeliharaan. Artinya, KPU tidak membeli barang baru, tetapi meng-upgrade barang lama. Jumlah server yang dimiliki KPU adalah 6 unit.

Padahal jika anggaran sebesar itu dibelanjakan server baru, bisa diperoleh tak kurang dari 30 server baru dengan kualitas sangat memadai. “Dengan anggaran Rp 1,6 miliar saja bisa diperoleh 30 server baru dengan storage 24 terrabyte,” ujar mantan Sekretaris Tim Teknis TI KPU Hemat Dwi Nuryanto kepada detikcom, Minggu (12/4/2009) malam.

Karena kekurangan server tersebut, situs tabulasi nasional pemilu mengalami down hanya beberapa jam setelah diluncurkan. Publik pun kesulitan mengakses. Untuk mengatasinya, KPU terpaksa meminjam 5 server tambahan dari BPPT. Yang jadi pertanyaan, anggaran Rp 1,8 miliar itu untuk apakah?

detikcom

Tinggalkan komentar

Filed under POLITIK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s